Aktivitas bisnis merupakan bagian integral dari wacana ekonomi. Sistem ekonomi Islam berangkat dari kesadaran tentang etika, sedangkan sistem ekonomi lain, seperti kapitalisme dan sosialisme, cenderung mengabaikan etika sehingga aspek nilai tidak begitu tampak dalam bangunan kedua sistem ekonomi tersebut. Keringnya kedua sistem itu dari wacana moralitas, karenakeduanya memang tidak berangkat dari etika, tetapi dari kepentingan (interest). Kapitalisme berangkat dari kepentingan individu sedangkan sosialisme berangkat dari kepentingan kolektif. Namun, kini mulai muncul era baru etika bisnis di pusat-pusat kapitalisme. Suatu perkembangan baru yang menggembirakan.

Muamalah syariah dalam konteks pembangunan ekonomi Islam yang membawa nama Islam hendaklah mengedepankan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam itu sendiri. Banyak hal dalam Al Quran maupun ajaran-ajaran Islam yang lain yang bisa dijadikan sebagai pedoman dalam berbisnis, agar bisnis yang dilakukan tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam, halal dan thoyyib, membawa keberkahan dan kesejahteraan umat.

Banyak hal yang merupakan bentuk-bentuk pelaksanaan etika dalam bisnis Islami, baik dalam skala organisasi yang kecil hingga organisasi besar, bahkan pemerintahan. Agar kegiatan bisnis yang kita lakukan dapat berjalan harmonis dan menghasilkan kebaikan dalam kehidupan, maka kita harus menjadikan bisnis yang kita lakukan terwarnai dengan nilai-nilai etika Adapun nilai-nilai etika yang hendaknya ada dalam bisnis Perbankan Islam diantaranya

1. Kejujuran

Kejujuran adalah sikap awal yang harus dimiliki pelaku bisnis ini untuk membangun kepercayaan di masyarakat. Kepercayaan inilah yang kemudian akan mampu menggerakkan orang-orang untuk ikut berpartisipasi dalam bisnis tersebut. Bisa diartikan, kejujuran adalah nilai yang lebih dari keyakinan yang mendalam bahwa Allah maha tahu dan melihat setiap tindakan manusia. Berbisnis, dalam hal ini adalah bank syariah, pada prinsipnya adalah berdagang. Prinsip kejujuran, sebagaimana dalam QS Asy Syuara ayat 181-182 ”Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus”. Islam mengedepankan kejujuran karena merupakan pilar yang sangat penting dalam Islam, sebab kejujuran adalah nama lain dari kebenaran itu sendiri. Islam melarang tegas melakukan kebohongan dan penipuan dalam bentuk apapun. Sebab nilai kebenaran ini akan berdampak langsung kepada para pihak yang melakukan transaksi dalam perdagangan dan masyarakat secara luas.

2. Keadilan

Islam sangat mengajurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis, dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim. Kecelakaan besar bagi orang yang berbuat curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain meminta untuk dipenuhi, sementara kalau menakar atau menimbang untuk orang selalu dikurangi. Kecurangan dalam berbisnis pertanda kehancuran bisnis tersebut, karena kunci keberhasilan bisnis adalah kepercayaan.

Oleh : Heru Hastyanto, ST, MEK

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *